Manfaat Kuliah di Luar Negeri

Bisa kuliah ke luar negeri adalah sebuah anugerah karena tidak semua pelajar bisa melakukannya. Hal inilah yang membuat ribuan pelajar berebut program beasiswa ke luar negeri. Memang tidak semuanya berhasil karena program ini hanya diperuntuhkan untuk beberapa pelajar saja dengan kriteria tertentu. Di samping itu, ada juga program pertukaran pelajar ke luar negeri tapi program ini hanya dilakukan selama beberapa bulan saja. Btw, apakah Anda berencana untuk kuliah di luar negeri dalam waktu dekat? Jika iya, segera siapkan diri Anda sekarang juga dan jangan lupa untuk mengikuti program pra-kuliah di luar negeri di berbagai instansi pendidikan yang memungkinkan Anda untuk bisa lulus di kampus idaman.

Apabila Anda masih ragu karena Anda tahu bahwa kuliah di luar negeri bukanlah hal yang mudah, sebaiknya baca manfaat yang akan diperoleh jika Anda kuliah di luar negeri ini untuk memantapkan pilihan Anda:

Mendapatkan pendidikan yang jauh lebih baik

Di luar negeri, kualitas pendidikannya jauh lebih baik dan mahasiswa juga dituntut untuk lebih mandiri dan dewasa dalam menjalankan rutinitas. Misalnya saja, beberapa universitas di luar negeri membebaskan mahasiswanya untuk tidak mengikuti mata kuliah tertentu jika mereka berpikir bahwa hal tersebut tidak penting atau menganggap bahwa dosen yang mengajar tidak kompeten dan berkualitas. Di samping itu, fasilitas di setiap kampus jauh lebih lengkap dan memadai sehingga mahasiswa bisa belajar dan praktek secara maksimal.

study abroad

Kurikulum kampus juga sangat efektif sehingga proses belajar mengajar selalu berjalan lancar setiap harinya. Namun, semuanya tetap kembali kepada Anda sendiri. Maksudnya adalah tergantung pada kemampuan dan kualitas diri Anda, apakah bisa beradaptasi dan menyerap pelajar yang diberikan atau tidak.

Mengenal hal-hal baru

Jangankan kuliah di luar negeri, kuliah di luar kota pun Anda akan mengenal hal-hal baru. Bedanya, kuliah di luar negeri membuat Anda mengenal hal-hal baru yang sebelumnya mungkin tidak pernah Anda ketahui karena perbedaan negara. Adapun hal-hal baru yang dimaksud adalah budaya, bahasa, adat istiadat, makanan, cuaca, kebiasaan, perbedaan waktu, dan lain sebagainya. Misalnya, jika Anda kuliah di Amerika, jangan kaget ketika musim panas matahari akan tetap muncul ketika pukul 7 malam atau jika Anda kuliah di Malaysia, jam 7 pagi masih sepi karena perbedaan waktu 1 jam dari Indonesia. Contoh lainnya adalah di luar negeri, Anda akan merasakan 4 musim yang berbeda-beda, yaitu musim panas, dingin, semi, dan gugur. Di samping itu, soal makanan dan minuman, jangan kaget jika di benua Amerika dan Eropa, remaja di atas 17 tahun boleh menenggak minuman beralkohol dan memiliki gaya hidup yang bebas.

Jika Anda seorang muslim, pastikan bahwa Anda mampu memilih dan memilah hal-hal baru dengan baik dan benar. Pastikan bahwa Anda memilih sesuatu yang halal. Di samping itu, soal kebiasaan, makanan, dan adat istiadat di luar negeri, diharapkan untuk beradaptasi sebaik mungkin.

Mendapatkan peluang kerja yang lebih besar

Perlu diketahui bahwa lulusan luar negeri memiliki peluang untuk mendapatkan pekerjaan jauh lebih besar dibandingkan lulusan dalam negeri. Namun, hal ini tidak bisa terjadi apabila selama kuliah di negeri orang, Anda kebanyakan main-mainnya daripada kuliahnya. Ya, kualitas diri Anda mungkin kalah jauh dari lulusan di Indonesia. Berbeda halnya jika selama di luar negeri, Anda belajar dengan sungguh-sungguh dan mendapatkan berbagai prestasi yang membanggakan, dijamin perusahaan asing pun pasti mau mempekerjakan Anda.

Resiko Salah Pilih Jurusan Kuliah

Salah Pilih Jurusan Kuliah

Salah satu upaya untuk meraih masa depan yang cerah adalah dengan meraih gelar diploma atau juga sarjana. Demikian karena peluang memperoleh pekerjaan relatif lebih mudah dibandingkan dengan lulusan Sekolah Menengah Umum, sebab diyakini lebih siap menghadapi kerasnya dunia kerja. Namun, ketika akan mendaftar sebagai mahasiswa sering kali dibuat kebingungan karena takut jurusan yang diambil tidak sesuai dengan jiwa yang dimiliki. Yup, terang saja bila salah pilih jurusan kuliah tidak menutup kemungkinan dapat timbul berbagai dampak buruk, seperti pada 3 problema di bawah ini:

Sulit memahami materi

Salah pilih jurusan kuliah dan tidak sesuai dengan bidang yang dikuasai bukan tidak mungkin akan sulit memahami materi yang diberikan oleh dosen sehingga masalah ini akan berdampak pada nilai IPK yang diraih. Misal, Anda menguasai ilmu pertanian tentang budidaya atau bercocok tanam tapi lebih memilih jurusan akuntansi mengenai keuangan, tentu akan sulit bagi Anda dalam menghitung sehingga hasil akhir sering kali tidak sesuai. Perlu diingat bahwa, kunci untuk menguasai mata kuliah selain dengan cara menyukai mata kuliah itu sendiri juga harus memiliki keahlian di dalammnya. So, bila tidak sesuai dengan keahlian Anda, tentu akan menjadi bumerang dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, dan bahkan Anda bisa dibuat pusing menghadapi persoalan seperti ini.

Biaya kuliah bisa saja tidak terkontrol

Yang juga dapat berpengaruh buruk jika salah memilih jurusan kuliah adalah bisa saja biaya tidak terkontrol. Contohnya, tanpa pertimbangan yang matang Anda memilih jurusan kedokteran karena ingin memiliki title yang lebih populer, padahal biaya yang Anda persiapkan cukup untuk kuliah di jurusan kebidanan atau sekolah kesehatan masyarakat, tentu hal ini bisa menyebabkan keuangan menjadi ambruk. Selain biaya pendaftaran yang cukup besar, biaya praktik, semesteran, dan spp juga bisa membludak. Apalagi jika universitas yang Anda pilih tidak menyediakan program beasiswa, jelas hal ini akan membuat finansial menjadi kacau. Ingat, biaya bisa saja membludak di tengah jalan dan menyebabkan kuliah menjadi terhambat sehingga sangat penting untuk tidak mengabaikan hal ini.

Susah mendapat pekerjaan

Nilai IPK memang menjadi persyarat untuk diterima bekerja di perusahaan atau instansi lainnya, akan tetapi hal tersebut juga akan disesuaikan dengan keahlian yang dimiliki. Dengan kata lain, nilai IPK yang ada hanya menjadi dokumen untuk lulus seleksi tahap pertama, selanjutnya akan disesuaikan dengan kemampuan atau potensi diri. Jika ternyata diri tidak mampu menunjukkan keahlian sebagaimana yang tertera di tranksrip nilai, tidak menutup kemungkinan juga akan gugur. itulah sebabnya mengapa cenderung  sulit mendapat pekerjaan meski nilai yang ada memenuhi kriteria. Dengan kata lain, untuk memperoleh sebuah pekerjaan harus memiliki kemampuan dalam bidang yang ditekuni, tak lain dan tak bukan diperoleh pada saat mengenyam dunia pendidikan.

Sungguh malang bila ternyata jurusan kuliah yang dipilih tidak sesuai dengan keahlian yang dimiliki, di mana biaya yang dikeluarkan sudah cukup banyak ternyata karir malah menjadi suram. Oleh sebab itu, penting mempertimbangkan dari berbagai sisi ataupun sudut dalam menentukan jurusan kuliah yang tepat, baik itu dari segi keahlian maupun kemampuan finansial.