Ketahui 3 Hal Ini untuk Menjadi Seorang Pilot

Karir sebagai pilot memang cukup menyita perhatian banyak orang, bahkan semakin tahun lulusan pilot kian bertambah banyak. Seiring dengan bertambahnya perusahaan penerbangan dan juga armada baru membuat profesi pilot kian menjadi pilihan dan kebutuhan pilot di maskapai penerbangan dapat terpenuhi dengan baik. Pilot memang termasuk salah satu jenis pekerjaan yang cukup membanggakan tentunya dengan perolehan gaji yang cukup fantastis sebagai salah satu pefosesi di dunia penerbangan. Tidak ada yang tidak mungkin dalam menggapai suatu cita-cita. Namun, mengetahui lebih dekat profesi yang diidamkan merupakan satu hal penting entah itu sebagai gambaran ataupun juga mempersiapkan diri dengan matang. Untuk menjadi seorang pilot, berikut hal-hal yang wajib diketahui:

Biaya sekolah

Sekolah pilot tidak hanya terkenal dengan gajinya yang besar, tetapi juga dari biaya pendidikannya yang mahal. Bagaimana tidak, biaya sekolah yang dikeluarkan kurang lebih sekitar 800 juta rupiah sampai akhir pendidikan. Biaya tersebut pun bisa diluar pendaftaran dan mengikuti seleksi. Biaya menjadi salah satu hal yang mesti dipersiapkan dengan baik agar pendidikan bisa berjalan sesuai yang diharapkan terlebih bila sekolah tidak memberikan program cicilan. Biaya kerap menjadi kendala bagi banyak orang dalam menggapai sekolah, bahkan memerlukan persiapan yang panjang untuk menyediakan anggaran yang dibutuhkan. Biaya sekolah pilot  menjadi sebuah pertimbangan besar, apakah pendidikan langsung dilanjutkan setelah lulus SMA/SMK atau justru harus mencari pekerjaan selama beberapa waktu untuk menambah biaya yang digunakan dalam menggapai impian menjadi pilot.

Sistem seleksi sebelum pendidikan

Untuk masuk sekolah pilot, pada umumnya tidaklah mudah karena setiap peserta yang mendaftar wajib mengikuti seleksi terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk mendapat calon cadet yang memiliki prestasi dan kemampuan yang bagus untuk mengisi kuota penerimaan siswa yang tersedia. Untuk diketahui, tidak semua pelamar dapat memenuhi kualitas seperti yang diharapkan sekolah, baik itu dari segi pengetahuan, fisik, psikologis, maupun juga keberanian. Oleh karena itu, diterapkan sistem gugur dari tahap ke tahap. Ingat, penting untuk memperhatikan dengan baik sistem seleksi yang dilakukan, tidak hanya fisik ideal yang dibutuhkan tetapi juga ada banyak hal lain yang perlu dipersiapkan. Jika kemampuan akademik masih rendah ada baiknya ikuti kursus atau les dari jauh hari. Begitu pula untuk masalah kesehatan perlu melakukan check up terlebih dahulu termasuk kebersihan gigi dan kesehatan lainnya. Di samping itu, ilmu penerbangan yang tidak kalah penting untuk dipelajari karena biasanya setiap calon siswa akan menghadapi tes bakat terbang.

Resiko pekerjaan

Ketika memiliki sebuah cita-cita sebagai pilot, artinya telah siap dengan konsekuensi atau resiko yang dihadapi dalam dunia penerbangan. Profesi pilot tergolong sebagai salah satu jenis pekerjaan yang juga beresiko tinggi. Meski gajinya besar, orang-orang harus mempertimbangkannya dengan tanggung jawab terhadap keselamatan para penumpang. Selain insiden kecelakaan pesawat penyakit kanker kulit pun kerap mengintai kesehatan pilot. Resiko wajib menjadi pertimbangan untuk memperjuangkan suatu impian agar tidak menimbulkan penyesalan di hari kemudian.

Menelusuri lebih dekat profesi pilot penting untuk dilakukan agar cita-cita yang diharapkan bisa terwujud dan dapat menekuni karir seperti apa yang diharapkan.  Sekadar tips, dalam memilih sekolah pilot sebaiknya pilih yang benar-benar tepat, dengan kata lain memiliki dukungan yang baik dalam mencetak para cadet menjadi penerbang handal. Misalnya dengan fasilitas yang memadai, instruktur yang berpengalaman, lisensi yang mendukung, reputasi yang bagus, dan lainsebagainya karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap keterampilan cadet ketika terjun ke dunia kerja.

Resiko Salah Pilih Jurusan Kuliah

Salah Pilih Jurusan Kuliah

Salah satu upaya untuk meraih masa depan yang cerah adalah dengan meraih gelar diploma atau juga sarjana. Demikian karena peluang memperoleh pekerjaan relatif lebih mudah dibandingkan dengan lulusan Sekolah Menengah Umum, sebab diyakini lebih siap menghadapi kerasnya dunia kerja. Namun, ketika akan mendaftar sebagai mahasiswa sering kali dibuat kebingungan karena takut jurusan yang diambil tidak sesuai dengan jiwa yang dimiliki. Yup, terang saja bila salah pilih jurusan kuliah tidak menutup kemungkinan dapat timbul berbagai dampak buruk, seperti pada 3 problema di bawah ini:

Sulit memahami materi

Salah pilih jurusan kuliah dan tidak sesuai dengan bidang yang dikuasai bukan tidak mungkin akan sulit memahami materi yang diberikan oleh dosen sehingga masalah ini akan berdampak pada nilai IPK yang diraih. Misal, Anda menguasai ilmu pertanian tentang budidaya atau bercocok tanam tapi lebih memilih jurusan akuntansi mengenai keuangan, tentu akan sulit bagi Anda dalam menghitung sehingga hasil akhir sering kali tidak sesuai. Perlu diingat bahwa, kunci untuk menguasai mata kuliah selain dengan cara menyukai mata kuliah itu sendiri juga harus memiliki keahlian di dalammnya. So, bila tidak sesuai dengan keahlian Anda, tentu akan menjadi bumerang dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, dan bahkan Anda bisa dibuat pusing menghadapi persoalan seperti ini.

Biaya kuliah bisa saja tidak terkontrol

Yang juga dapat berpengaruh buruk jika salah memilih jurusan kuliah adalah bisa saja biaya tidak terkontrol. Contohnya, tanpa pertimbangan yang matang Anda memilih jurusan kedokteran karena ingin memiliki title yang lebih populer, padahal biaya yang Anda persiapkan cukup untuk kuliah di jurusan kebidanan atau sekolah kesehatan masyarakat, tentu hal ini bisa menyebabkan keuangan menjadi ambruk. Selain biaya pendaftaran yang cukup besar, biaya praktik, semesteran, dan spp juga bisa membludak. Apalagi jika universitas yang Anda pilih tidak menyediakan program beasiswa, jelas hal ini akan membuat finansial menjadi kacau. Ingat, biaya bisa saja membludak di tengah jalan dan menyebabkan kuliah menjadi terhambat sehingga sangat penting untuk tidak mengabaikan hal ini.

Susah mendapat pekerjaan

Nilai IPK memang menjadi persyarat untuk diterima bekerja di perusahaan atau instansi lainnya, akan tetapi hal tersebut juga akan disesuaikan dengan keahlian yang dimiliki. Dengan kata lain, nilai IPK yang ada hanya menjadi dokumen untuk lulus seleksi tahap pertama, selanjutnya akan disesuaikan dengan kemampuan atau potensi diri. Jika ternyata diri tidak mampu menunjukkan keahlian sebagaimana yang tertera di tranksrip nilai, tidak menutup kemungkinan juga akan gugur. itulah sebabnya mengapa cenderung  sulit mendapat pekerjaan meski nilai yang ada memenuhi kriteria. Dengan kata lain, untuk memperoleh sebuah pekerjaan harus memiliki kemampuan dalam bidang yang ditekuni, tak lain dan tak bukan diperoleh pada saat mengenyam dunia pendidikan.

Sungguh malang bila ternyata jurusan kuliah yang dipilih tidak sesuai dengan keahlian yang dimiliki, di mana biaya yang dikeluarkan sudah cukup banyak ternyata karir malah menjadi suram. Oleh sebab itu, penting mempertimbangkan dari berbagai sisi ataupun sudut dalam menentukan jurusan kuliah yang tepat, baik itu dari segi keahlian maupun kemampuan finansial.