Resiko Salah Pilih Jurusan Kuliah

Salah Pilih Jurusan Kuliah

Salah satu upaya untuk meraih masa depan yang cerah adalah dengan meraih gelar diploma atau juga sarjana. Demikian karena peluang memperoleh pekerjaan relatif lebih mudah dibandingkan dengan lulusan Sekolah Menengah Umum, sebab diyakini lebih siap menghadapi kerasnya dunia kerja. Namun, ketika akan mendaftar sebagai mahasiswa sering kali dibuat kebingungan karena takut jurusan yang diambil tidak sesuai dengan jiwa yang dimiliki. Yup, terang saja bila salah pilih jurusan kuliah tidak menutup kemungkinan dapat timbul berbagai dampak buruk, seperti pada 3 problema di bawah ini:

Sulit memahami materi

Salah pilih jurusan kuliah dan tidak sesuai dengan bidang yang dikuasai bukan tidak mungkin akan sulit memahami materi yang diberikan oleh dosen sehingga masalah ini akan berdampak pada nilai IPK yang diraih. Misal, Anda menguasai ilmu pertanian tentang budidaya atau bercocok tanam tapi lebih memilih jurusan akuntansi mengenai keuangan, tentu akan sulit bagi Anda dalam menghitung sehingga hasil akhir sering kali tidak sesuai. Perlu diingat bahwa, kunci untuk menguasai mata kuliah selain dengan cara menyukai mata kuliah itu sendiri juga harus memiliki keahlian di dalammnya. So, bila tidak sesuai dengan keahlian Anda, tentu akan menjadi bumerang dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, dan bahkan Anda bisa dibuat pusing menghadapi persoalan seperti ini.

Biaya kuliah bisa saja tidak terkontrol

Yang juga dapat berpengaruh buruk jika salah memilih jurusan kuliah adalah bisa saja biaya tidak terkontrol. Contohnya, tanpa pertimbangan yang matang Anda memilih jurusan kedokteran karena ingin memiliki title yang lebih populer, padahal biaya yang Anda persiapkan cukup untuk kuliah di jurusan kebidanan atau sekolah kesehatan masyarakat, tentu hal ini bisa menyebabkan keuangan menjadi ambruk. Selain biaya pendaftaran yang cukup besar, biaya praktik, semesteran, dan spp juga bisa membludak. Apalagi jika universitas yang Anda pilih tidak menyediakan program beasiswa, jelas hal ini akan membuat finansial menjadi kacau. Ingat, biaya bisa saja membludak di tengah jalan dan menyebabkan kuliah menjadi terhambat sehingga sangat penting untuk tidak mengabaikan hal ini.

Susah mendapat pekerjaan

Nilai IPK memang menjadi persyarat untuk diterima bekerja di perusahaan atau instansi lainnya, akan tetapi hal tersebut juga akan disesuaikan dengan keahlian yang dimiliki. Dengan kata lain, nilai IPK yang ada hanya menjadi dokumen untuk lulus seleksi tahap pertama, selanjutnya akan disesuaikan dengan kemampuan atau potensi diri. Jika ternyata diri tidak mampu menunjukkan keahlian sebagaimana yang tertera di tranksrip nilai, tidak menutup kemungkinan juga akan gugur. itulah sebabnya mengapa cenderung  sulit mendapat pekerjaan meski nilai yang ada memenuhi kriteria. Dengan kata lain, untuk memperoleh sebuah pekerjaan harus memiliki kemampuan dalam bidang yang ditekuni, tak lain dan tak bukan diperoleh pada saat mengenyam dunia pendidikan.

Sungguh malang bila ternyata jurusan kuliah yang dipilih tidak sesuai dengan keahlian yang dimiliki, di mana biaya yang dikeluarkan sudah cukup banyak ternyata karir malah menjadi suram. Oleh sebab itu, penting mempertimbangkan dari berbagai sisi ataupun sudut dalam menentukan jurusan kuliah yang tepat, baik itu dari segi keahlian maupun kemampuan finansial.

FAQ sebelum Menentukan Jurusan Kuliah

Menentukan Jurusan Kuliah

  • Telah terakreditasi
  • Telah terbukti lulusannya diterima di berbagai perusahaan ternama
  • Punya fasilitas yang memadai & modern
  • Punya tenaga pengajar yang berpengalaman

menjadi poin yang penting dipertimbangkan saat akan memilih universitas. Tujuannya tidak lain agar ijazah bisa diterima, bisa lulus tepat waktu, dan bisa jadi lulusan yang berkompetensi. Perjuangan belum selesai, setelahnya kamu harus menentukan jurusan kuliah. Ingat, jurusan kuliah menjadi penentu keberhasilan usai lulus selain wawasan yang kamu miliki. Berikut FAQ sebelum menentukan jurusan kuliah:

Di mana passion saya? 

Tanyakan pada diri kamu tentang emosi yang kuat dalam jurusan kuliah. Apakah suka itung-itungan, fotografi, dunia mode, atau justru dunia perfilman? Kalau kesukaan lebih besar ke itung-itungan, akuntansi jadi jurusan kuliah yang tepat. Untuk fotografi, bisa pilih jurusan kuliah desain komunikasi visual. Dunia mode jelas pilih jurusan kuliah fashion design atau fashion marketing. Bagaimana dengan dunia perfilman? Khususnya untuk mengolah film bisa pilih jurusan desain grafis. Memilih jurusan kuliah atas dasar emosi yang paling kuat memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Enjoy saat menjalankan proses belajar mengajar (tidak merasa bosan & malas, meski sesekali bisa saja terjadi)
  • Lulus kuliah bisa lebih cepat karena motivasi yang tinggi untuk memahaminya
  • Punya IPK tinggi, bisa saja

Bagaimana prospek jurusan kuliah yang akan saya ambil?           

Pikirkan pula tentang proses jurusan kuliah yang bakal kamu ambil, cemerlang atau tidak? Apabila menurut survey jurusan kuliah yang bakal diambil banyak menyerap tenaga kerja, bisa dipertimbangkan. Jika gaji yang bakal didapat dengan menjalani profesi sesuai jurusan kuliah yang bakal diambil cukup menjanjikan, mengapa tidak dipilih? Atau bisa juga karena usai lulus dari jurusan kuliah yang bakal diambil dapat menjadi profesi yang sangat dibutuhkan saat ini hingga beberapa tahun ke depan oleh masyarakat luas, juga patut dipertimbangkan. Ingat, semakin berprospek jurusan kuliah akan semakin banyak peminatnya. Artinya, kamu memiliki banyak saingan untuk menjadi mendapatkan profesi idaman. Untuk itu, jadilah yang terbaik dari yang lain agar semakin membuka peluang.

Seberapa besar dukungan orang tua terhadap jurusan ini?         

Dukungan orang tua terhadap jurusan yang bakal kamu ambil juga tak kalah penting dipertimbangkan. Dukungan di sini bukan hanya moril, melainkan juga materil. Dukungan dari sisi materil yang kurang memadai bakal menghambat kuliah kamu nantinya. Jika melihat dukungan materil dari orang tua cukup mumpuni, tidak ada salahnya meminta persetujuan untuk memilih jurusan kuliah dengan biaya yang relatif tinggi tapi didasarkan atas passion misalnya masuk sekolah pilot, kedokteran, fashion design, dll. Jika materil dari orang tua tidak memungkinkan, pilih jurusan kuliah yang menawarkan biaya relatif terjangkau seperti ekonomi, olahraga, dsb. Bersikeras untuk memilih jurusan kuliah dengan biaya mahal karena berprospek cemerlang, jangan ragu menjalani pekerjaan paruh waktu atau berbisnis sampingan untuk membantu biaya pendidikan.

Apa saja kualifikasi yang saya miliki?

Coba cek prestasi yang telah kamu dapatkan! Prestasi di sini bisa dalam akademik atau non akademik. Misalnya sering kali mendapatkan nilai terbaik dalam fisika atau jusru selalu memenangkan pertandingan olahraga lari. Ini menjadi pertimbangan dalam menentukan jurusan kuliah. Dalami lagi bidang yang membuat kamu mendapatkan banyak prestasi agar nantinya kamu lebih menjadi profesional. Idealnya memang jurusan kuliah yang patut dipilih harus punya prospek cemerlang, tapi semuanya tergantung dengan keterampilan. Jurusan kuliahnya punya prospek, tapi dari skill tidak mumpuni percuma saja.